Polres Ternate Lemah Awasi Peredaran BBM bersubsidi

SPBU Batu Anteru Jadi Sarang Jual BBM Pertalite

TERNATE – Lemahnya pengawasan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh pihak kepolisian Polres kota Ternate menyebabkan kendaraan dengan tangki modifikasi dan aksi pelangsiran bebas mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Hal ini dipicu oleh selisih harga yang tinggi, keterlibatan oknum, serta celah pada sistem verifikasi di lapangan,” kata Wakil Direktur Pergerakan Aktivis Demokrasi (PaRaDe) Maluku Utara, Abdu Imam baru baru ini

Menurut Abdu Faktor penyebab adanya kemudahan bagi pelaku melakukan pengisian BBM pertalite di SPBU karena Lemahnya Pengawasan dari Kepolisian ditambah karena pembiaran yang dilakukan oleh pemilik SPBU Batu Anteru yakni PT Semarak

“Bisa jadi selisih harga Perbedaan harga yang besar antara BBM subsidi dan nonsubsidi memicu motivasi ekonomi bagi pelaku untuk menimbun dan mereka berani melakukan itu,” kata Abdu.

Disentil terkait dugaan Keterlibatan Oknum Aparat. Menurut Abdu adanya kerjasama antara pelaku pelangsir dengan petugas operator SPBU di lapangan.

Menurutnya modus Berkembang karena selain Tangki Modifikasi bisa jadi penggunaan QR Code berulang-ulang atau pelat nomor palsu, hingga kendaraan bolak-balik mengisi BBM berkali-kali dalam sehari di SPBU Batu Anteru.

“Kasihan masyarakat kurang mampu yang berhak atas subsidi menjadi direbut oleh pihak yang tidak berhak,” cetusnya

Wakil Direktur PaRaDe Malut ini juga menegaskan bahwa ancaman Pidana bagi pelaku penyalahgunaan distribusi BBM subsidi dapat dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda tinggi.Sanksi Administratif: Pemblokiran QR Code pada kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran oleh BPH Migas dan Pertamina.

“Ini Tidak boleh dibiarkan. Kepolisian dan aparat penegak hukum harus segera melakukan penindakan cepat agar ada sanksi berat terhadap pelaku yang terlibat,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bakry Syahruddin yang dikonfirmasi media tuawala.net melalui pesan WhatsApp mengaku saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan.

“Semua pihak kami akan panggil untuk diperiksa. Tentunya kami akan sampaikan progresnya kepada wartawan” tegasnya (tim/red)

Sahmar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *