TERNATE – Fenomena kendaraan roda empat dengan tangki bahan bakar minyak (BBM) hasil modifikasi yang mengisi Pertalite di SPBU Batu Anteru kelurahan Maliaro Kecamatan Ternate Tengah kota Ternate menjadi sorotan publik. Selain menyebabkan antrian semakin panjang, praktik tersebut juga memunculkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan BBM subsidi yang seharusnya disalurkan secara tepat sasaran.
Sejumlah kendaraan roda dua dan empat yang diwawancarai wartawan media Tuwala.net dilokasi SPBU Batu Anteru, Jumat 24 Juli 2026 mengeluhkan pelayanan di SPBU. Para sopir angkot dan tukang ojek ini secara jelas menyampaikan anteran panjang dan terbatasnya jam pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite akibat dari dugaan pengasihan BBM bersubsidi ke mobil dengan menggunakan tangki rakitan/Modifikasi.
“Kami melihat sendiri ada beberapa kendaraan roda empat melakukan pengisian BBM pertalite itu sangat lama, saat selang nosel terpasang ke tangki, kita bisa hitung waktu pengisiannya. kalian bole cek sendiri kalau tidak percaya, ungkap Irwan (35) pengendara roda empat yang saat itu juga ikut antri mengisi BBM pertalite di SPBU Batu Anteru Maliaro.
Dari hasil penelusuran media ini, pukul 11.37 WIT Jumat, terlihat dua kendaraan roda empat yang melakukan pengisian BBM pertalite di SPBU Batu Anteru. Dari hasil penelusuran itu terbukti bahwa dua kendaraan yang dicurigai memang benar melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis pertalite dan cukup lama saat pengisian.
Setelah selesai melakukan pengisian BBM pertalite kendaraan hitam roda empat dengan plat nomor kendaraan DG 1**1 KB keluar dari SPBU Batu Anteru. Wartawan media ini pun mengikuti hingga ke lokasi penampungan. Disana supir kendaraan hitam roda empat tersebut langsung mengambil beberapa gelon/jerigen di lokasi rumah yang dicurigai sebagai tempat penimbunan BBM bersubsidi untuk disalin dan tentu disalurkan ke pengecer.
Tak sampai disitu, setelah mengikuti mobil hitam tuawala.net juga kembali ke lokasi SPBU Batu Anteru, satu Mobil modifikasi berwarna hijau mudah dengan plat polisi DG 1**& KB juga melakukan hal yang sama. Media ini juga kembali mengikuti perjalan mobil modifikasi hingga ke lokasi penampungan BBM bersubsidi tersebut berlokasi di kecamatan Ternate Selatan.
Dari pantauan di lokasi yang dipakai untuk menyalin minyak Pertalite dari mobil berwarna hijau itu juga dilakukan sama. Supir mobil modifikasi juga mengambil beberapa jerigen kosong yang telah disiapkan.
Publik kota Ternate menaruh curiga terhadap perlakuan operator dan karyawan SPBU Batu Anteru milik PT Semarak yang diduga ada kerjasama dalam penjualan BBM bersubsidi jenis pertalite.

Wakil Direktur PaRaDe Maluku Utara, Imam Abdu menyayangkan masalah penyalahgunaan BBM subsidi dengan modus tangki modifikasi. Abdu bahkan menduga ada keterlibatan oknum polisi sebagai “beking” karena secara terang-terangan petugas SPBU melakukan pengisian BBM bersubsidi ke mobil modifikasi
“Tidak mungkin operator atau karyawan di SPBU berani begitu kalau tidak ada beking dari Aparat Penegak Hukum (APH)” kata Abdu saat diwawancarai tim media tuwala.net Jumat 25 Juli 2026.
Abdu meminta propam harus melakukan investigasi internal jika ada atau bukti resmi dan wajib ditindak secara tegas .
Menurut aktivis Alumni Makassar ini ada Modus Operandi Penyelewengan Tangki Modifikasi yang pertama itu mengubah kapasitas tangki kendaraan (motor atau truk) agar dapat menampung BBM subsidi melebihi batas normal.
Kedua adalah Barcode Palsu: Menggunakan berbagai barcode atau pelat nomor berbeda secara berulang untuk mengecoh sistem pengisian di SPBU dan yang ketiga adalah keterlibatan Petugas.
“Oknum operator atau pengawas SPBU sengaja membiarkan atau mempermudah pengisian demi meraup imbalan uang setoran, itu pasti,” tegas Abdu
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bakry Syahruddin yang dikonfirmasi media tuawala.net melalui pesan WhatsApp dengan tegas membantahnya jika ada anggotanya yang terlibat didalamnya.
“Terkait anggota Reskrim Polres Ternate dan Polsek yang back up Silahkan langsung laporkan ke Propam dan berikan nama nama mereka ke Kasi Propam dan saya akan laporkan ke Pimpinan saya,” kata Kasat Reskrim polres Ternate AKP Bakry Syahruddin, Sabtu 25 Juli 2026.
Menurut Kasat Reskrim untuk BBM bersubsidi jenis Pertalite menjadi Atensi kepolisian dan itu kata Dia Atensi BBM bersubsidi bukan hanya Ternate saja namun menjadi Atensi di sejumlah wilayah Indonesia.
Terkait informasi media di SPBU Batu Anteru, pihaknya telah melakukan penyelidikan. “ Kalau ada info Valid, segera laporkan karena langsung saya perintahkan anak buah turun,” tegasnya (tim/red)
Editor: Sahmar
